Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Poltekpar Bali Gelar Bedah Buku, Bahas Masa Depan Pariwisata Indonesia

Poltekpar Bali Gelar Bedah Buku Pariwisata, Dorong Gagasan Menuju Indonesia Emas 2045

Kabar Mangupura- Dalam rangka memperingati World Tourism Day 2025, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Association of Hospitality Leaders Indonesia (DPP AHLI) menyelenggarakan sebuah acara istimewa berupa bedah buku pariwisata. Acara ini berlangsung pada Jumat (19/9/2025) di Ruang Sawala Kamala Bali Resort, Nusa Dua, dengan konsep hybrid sehingga dapat diikuti baik secara langsung maupun daring.

Tiga karya terbaru yang dibedah dalam kesempatan ini mengangkat tema-tema strategis untuk masa depan industri pariwisata nasional, yaitu “Pariwisata Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045”, “Mass Tourism vs Quality Tourism”, serta “Pedebaven: Model Transformasi Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis Event.”

Poltekpar Bali Gelar Bedah Buku, Bahas Masa Depan Pariwisata Indonesia
Poltekpar Bali Gelar Bedah Buku, Bahas Masa Depan Pariwisata Indonesia

Baca Juga : Bali United vs PSIM: Pertarungan Ketat Demi Tiga Poin Krusial

Wadah Literasi dan Diskusi Kritis

Direktur Poltekpar Bali, Dr. Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan literasi semacam ini. Menurutnya, buku bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi jendela ilmu yang dapat membuka wawasan baru bagi sivitas akademika, praktisi, maupun para pemangku kebijakan di sektor pariwisata.

“Buku adalah jendela ilmu, dan diskusi adalah kuncinya. Dengan membaca, kita memperluas wawasan; dengan berdiskusi, kita memperkuat pemahaman,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Poltekpar Bali berkomitmen mengembangkan budaya riset, literasi, dan publikasi ilmiah yang mampu menjawab tantangan pariwisata global. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri sehingga lahir solusi konkret bagi pembangunan pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Narasumber Terpercaya dan Diskusi Inspiratif

Acara bedah buku ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, baik dari kalangan akademisi maupun praktisi industri. Di antaranya adalah Dr. Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, Dr. Luh Yusni Wiyarthi, I Ketut Swabawa, CHA., serta Direktur Poltekpar Bali sendiri, Dr. Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes.

Untuk memperkaya diskusi, hadir pula para penyanggah seperti Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama dan I Nyoman Astama, SE., MM., CHA. Kehadiran mereka membuat suasana semakin dinamis, karena berbagai perspektif kritis dan pengalaman lapangan turut dibagikan kepada peserta.

Refleksi atas Arah Pariwisata Indonesia

Tema yang diangkat dalam buku-buku tersebut bukan tanpa alasan. “Mass Tourism vs Quality Tourism” misalnya, menjadi isu krusial di tengah pesatnya kunjungan wisatawan ke Indonesia. Diskusi menyoroti bagaimana Indonesia bisa beralih dari pariwisata massal yang hanya mengejar kuantitas menuju pariwisata berkualitas yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Sementara itu, buku “Pariwisata Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045” mencoba merumuskan arah kebijakan jangka panjang pariwisata agar mampu berkontribusi besar dalam menyongsong visi Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045.

Adapun “Pedebaven” memperkenalkan sebuah model baru dalam pengembangan destinasi wisata berbasis event, yang dinilai relevan dengan tren pariwisata modern yang semakin menekankan pengalaman unik dan berkesan bagi wisatawan.

Sejalan dengan Semangat World Tourism Day 2025

Melalui kegiatan ini, Poltekpar Bali berharap dapat memperkuat peranannya sebagai institusi vokasi pariwisata yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Sinergi dengan asosiasi profesi seperti DPP AHLI juga diyakini akan semakin mengokohkan kontribusi lembaga ini dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri pariwisata di masa depan.

Lebih jauh, kegiatan ini juga selaras dengan tema besar World Tourism Day 2025, yaitu mendorong pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Dengan adanya ruang literasi, diskusi, dan pertukaran gagasan semacam ini, Poltekpar Bali tidak hanya memperkaya budaya akademik, tetapi juga meneguhkan posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu dan praktik pariwisata yang berorientasi pada kualitas, inovasi, dan keberlanjutan.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *