Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri Pujawali di Pura Desa Adat Tiyingan, Tegaskan Komitmen Lanjutkan Program Pro Rakyat
Kabar Mangupura- Suasana khidmat menyelimuti Pura Desa, Desa Adat Tiyingan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, saat pelaksanaan upacara Pujawali Ida Betara Katuran Penganyar/Ngutang Ambu, Sabtu (11/10). Upacara yang menjadi wujud bhakti masyarakat ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Badung, I Wayan Bagus Alit Sucipta, bersama jajaran Forkopimcam dan tokoh masyarakat setempat.
Turut hadir mendampingi, anggota DPRD Badung I Gst Lanang Umbara, Plt. Camat Petang AA. Ngr Darma Putra, unsur Tripika Kecamatan Petang, Perbekel Desa Pelaga I Made Ordin, serta para tokoh adat, tokoh agama, dan krama Desa Adat Tiyingan. Kehadiran Wabup Bagus Alit mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang antusias mengikuti jalannya upacara dari pagi hingga sore hari.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi dan rasa syukur dapat turut ngayah bersama masyarakat dalam upacara sakral tersebut. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus melanjutkan dan menyempurnakan program-program pembangunan yang telah dirintis oleh kepemimpinan sebelumnya, khususnya di masa Bupati I Nyoman Giri Prasta dan Wabup I Ketut Suiasa.
“Pemerintah Kabupaten Badung akan tetap konsisten melanjutkan program-program pro rakyat. Semua yang sudah baik akan kita pertahankan dan tingkatkan,” ujar Wabup Bagus Alit dalam sambutannya.

Baca Juga : Kastil Praha: Jejak Seribu Tahun Sejarah di Jantung Republik Ceko
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan fisik Pura Desa Adat Tiyingan sebelumnya telah mendapat dukungan penuh dari Pemkab Badung melalui anggaran induk APBD tahun 2024 sebesar Rp 8,5 miliar. Bantuan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pelestarian adat, budaya, dan spiritual masyarakat di wilayah Badung utara.
Lebih lanjut, Wabup Bagus Alit memperkenalkan arah pembangunan Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa dan dirinya melalui program unggulan Sapta Kriya AdiCipta. Program ini mencakup tujuh kebijakan utama yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa di antaranya, lanjut Wabup, adalah bantuan Rp 2 juta per kepala keluarga menjelang hari raya – yang untuk umat Hindu diberikan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, serta program santunan kematian yang kini diubah menjadi reward atas tertib administrasi pencatatan kematian, dengan nilai maksimal hingga Rp 10 juta bagi keluarga yang mengurus dengan cepat.
“Semua program ini dirancang untuk benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di saat-saat penting kehidupan seperti hari raya dan ketika kehilangan anggota keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, Kelian Adat Tiyingan I Wayan Windra menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati dan seluruh jajaran yang telah hadir di tengah-tengah masyarakat dalam rangkaian upacara Pujawali. Ia menjelaskan, upacara telah berlangsung sejak Wraspati Pon Landep (18 September), dilanjutkan Soma Umanis Tolu (6 Oktober) sebagai puncak karya, dan ditutup pada Redite Paing Gumbreg (12 Oktober) dengan upacara penyineban.
Dukungan dan perhatian pemerintah sangat berarti bagi kami.
Semoga kehadiran Bapak Wabup membawa berkah dan mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat adat,” ucapnya.
Upacara Pujawali di Desa Adat Tiyingan bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan lahiriah dan spiritual.















