Kapolres Badung Pimpin Langsung Pengamanan Ketat Tahap II Kasus Penembakan WNA Australia
Kabar Mangupura- Suasana di Kabupaten Badung, Bali, Rabu (15/10/2025), terlihat lebih siaga dari biasanya. Kepolisian Resor (Polres) Badung menggelar pengamanan besar-besaran dalam pelaksanaan tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti terkait kasus penembakan terhadap warga negara Australia yang sempat menghebohkan publik.
Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara, S.H., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla turun langsung memimpin pengamanan terhadap tiga warga negara Australia yang menjadi tersangka utama, yakni DFJ (37), TPM (27), dan CM (23). Ketiganya digiring dari Lapas Kelas II A Kerobokan menuju Kejaksaan Negeri Badung untuk menjalani proses hukum lanjutan.
Pengamanan dilakukan secara berlapis dan ketat, melibatkan gabungan personel dari Satreskrim, Satsamapta, Intelkam, serta dukungan Brimob Polda Bali. Setiap pergerakan dikawal dengan disiplin tinggi demi memastikan keamanan seluruh pihak dan kelancaran proses pelimpahan.
“Kasus ini menjadi perhatian serius kami karena melibatkan warga negara asing dan menyangkut citra keamanan serta pariwisata Bali,” ujar Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara.

Baca Juga : Warisan Leluhur Badung Resmi Jadi WBTB, Bukti Cinta pada Budaya Sendiri
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum di wilayah Bali berjalan tanpa pandang bulu.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polres Badung bekerja profesional dan tegas. Semua orang sama di mata hukum, baik warga lokal maupun asing,” tambahnya.
Selain menjadi langkah penegakan hukum, pengamanan tahap II ini juga mencerminkan komitmen Polres Badung dalam menjaga kepercayaan publik, terutama di sektor pariwisata yang menjadi nadi ekonomi Pulau Dewata.
“Bali dikenal sebagai pulau damai dan ramah wisatawan. Kami tidak ingin citra itu tercoreng oleh tindakan kekerasan. Karena itu, setiap proses hukum kami pastikan berjalan transparan dan akuntabel,” tegas Kapolres.
AKBP Arif Batubara juga mengingatkan bahwa insiden ini harus menjadi pelajaran penting bagi siapa pun, terutama bagi para WNA yang tinggal atau berlibur di Bali. Ia menekankan pentingnya menghormati hukum dan budaya setempat agar keamanan wilayah tetap terjaga.
“Kami terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing, terutama di wilayah rawan konflik. Tujuannya sederhana — menjaga agar Bali tetap menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan damai bagi semua orang,” tutupnya.
Kasus penembakan yang melibatkan tiga WNA Australia ini menjadi pengingat bahwa hukum Indonesia berlaku bagi siapa pun tanpa pengecualian. Dengan pengamanan yang ketat dan penanganan profesional, Polres Badung menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keadilan sekaligus mempertahankan reputasi Bali sebagai pulau yang aman dan tertib.















